Jumat, 06 Agustus 2010

presiden 2014 nanti

CINTA SEJATI saudaraku,
bila Anda menginginkan dan mendambakan Cinta Sejati pada jiwa Anda,maka ada berapa formula tersediah utk anda.
ada beberapa yang anda harus lakukan:

"Awal,do'a,menyantuh,melihat,membaca,mendengar,memperhatikan,berpikir,
berbicara,
kehidupan,rasakan,selidiki,resapi,perhatikan,pahami,renungkan,katakanlah sesuatu,p...eduli,saling berbagi,dan semuanya ini sarana untuk hubungan yang lebih baik dari pada kebaikkan,sempurnah Akhir Mati untuk cinta sejati yang hakiki."
apa bila ini di pakai untuk kehidupan kita saat ini yang lagi krisis penuh kacau balau 06-08-2010 tak tahu karna apa,pemerintah dan rakyat pasti dan pasti 'Republik Indonesia' ini akan MAJU dan Tetap Bersemangat seperti berkibarnya 'SANG MERAH PUTIH' di tiang berdiri kokohnya yang tertinggi di langit maha sucinya.
Semoga catatanku ini walau belum lengkap semuanya ,pasti ada manfaatnya pada anda semuanya,?.saya berharap untuk PERUBAHAN INDONESIA berhubungan dengan Anda... saya percaya kita/Anda memiliki sesuatu yang sama..
dan dapat baik selamanya bermanfaat dari hubungan ini (Blogger).... dan saya akan menjaganya, saudaraku,Anda semuanya selamanya tetap terjaga dan bersahabat...
dalam sepanjang hidupku hingga akhir waktu sampai Lahan Kubur nanti saya kembali...


ada juga beberapa faktor dari jiwaku, hati dan pikiranku yaitu itu hanya 3-kata,tetapi itu hanya untukku,belum ku berbagi atau ku ketik,jadi itu semua tiga kata hanya untukku hanya bagiku dalam jiwaku pribadiku anganku harapanku impianku do'aku..

apa bila negara INDONESIA terjaga/bersahabat se-Nusantara dari sabang sampai
Merauke,barulah kuterbitkan ku publik ke semua nusantara dari Dunia INTERNET.

setelah saya telusuri pertamanya: pada kitab-kitab suci dan buku-buku,TV,radio,koran-koran, ke dua: saling berbagi cerita pada semua orang ku bertemu atau bercerita tentang sejarah moment 17-08-1945,ke 3 dunia Internet website dan blog.
3-kata ini ada di hati dan pikiranku kalau salah di pergunakan untuk keburukkan akan memjadi orang terbodoh di se-nusantara (INDONESIA),Bila di pakai untuk hal-hal keburukkan maka hanya mempermalukan 'sang MERAH PUTIH'
dan saya tak mau karna cinta sejatiku pada INDONESIA, negaraku,garudaku,pancasilaku, negeriku,nusantaraku, semua seni dan budaya seluruhnya terdapat pada seribu pulau dan merah putih adalah bendera para pejuang yang di kenal dan tak di kenal perjuangan itu di salah gunakan..

dan saya berharap nanti 2014 saya akan jadi Presiden nanti..
saya berharap memimpin INDONESIA MERDEKA se-Merah Putih.

dan juga saya menaruh rasa hormat saya kepada ke 6 presidenku...
yang telah menjadi presidenku untuk tanah airku Indonesiaku,..
merekalah yang telah bijaksana yang senantiasa membangun leluhur KEAGAMAAN,BUDAYA,SENI,MERAH PUTIH,SE-NUSANTARA,GARUDA PANCASILA,DLL,. semuanya mereka bangkitkan demi masa dan masa untuk INDONESIA..
MEREKA BERBAKTI UNTUK MENGUJUTKAN INDONESIA MAJU PANTANG MUNDUR..
WALAU PUN MEREKA DI TERPA PENGHUJATAN,mengkutuk, mengcaci, mengmaki, menghantam, meng mengolok-olokkan.main fitnah,apa sajalah seperti golongan org-org para munafik.
tapi saya hanya memberikan DO'A pada mereka PRESIDENKU yang bermakna dalam kehidupanku dan semua jiwa manusia yang kususnya di se-INDONESIA
merekalah CINTA SEJATIKU...(-_-) terima kasih banyak (-_-)...


INDONESIAKU MERDEKALAH ..KU BERTERIAK DI GUNUNG DALAM JIWAKU BERHARAP PADA ANGANKU ...

INDONESIA MERDEKA ... KU TERINGAT PADA UNJUNG ALAM JIWA YANG SEPI DALAM AWAN PENUH HARAPAN..

Rabu, 04 Agustus 2010

45 Butir PANCASILA rubahlah hidup pemerintah dan rakyat kini untuk Merah Putih....

#----------------------------------------------------------------#

#----------------------------------------------------------------#

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
(10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(4) Menghormati hak orang lain.
(5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
(9) Suka bekerja keras.
(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


INDONESIAKU MERDEKALAH ..KU BERTERIAK DI GUNUNG DALAM JIWAKU BERHARAP PADA ANGANKU ...

INDONESIA MERDEKA ... KU TERINGAT PADA UNJUNG ALAM JIWA YANG SEPI DALAM AWAN PENUH HARAPAN..

MAKNA HARI-HARI SUCI AGAMA BUDDHA

Dalam kitab suci Tipitaka diuraikan mengenai empat hari suci agama Buddha, yaitu :

1. Hari Suci Waisak.
2. Hari Suci Asadha.
3. Hari Suci Khatina.
4. Hari Suci Magha Puja.

Dari ke empat hari suci agama Buddha tersebut, hanya hari suci Waisak yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di negara Indonesia oleh Pemerintah dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 tahun 1983. Hari suci Waisak mulai menjadi hari libur nasional sejak Waisak 2527 yang jatuh pada tanggal 27 Mei 1983.

1. Hari suci Waisak

Hari suci Waisak atau Vaisakha Puja memperingati tiga peristiwa suci yang terjadi pada pribadi Guru Besar Buddha Gotama, yaitu:

1. Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini tahun 623 Sebelum Masehi.
2. Petapa Gotama mencapai bodhi atau Penerangan Sempurna di Bodhi Gaya pada usia 35 tahun.
3. Buddha Gotama mencapai Parinibbana (mangkat) di Kusinara pada usia 80 tahun.

Peristiwa Suci Waisak mengajak umat Buddha untuk merenungkan dan menghayati kembali perjuangan hidup Buddha Gotama. Seorang Putera Mahkota Siddharta Gotama yang dibesarkan dengan segala kemewahan di dalam istananya, ternyata rela meninggalkan semuanya itu demi cinta kasihnya kepada semua makhluk. Beliau pergi meninggalkan istana bukan karena terpaksa atau dipaksa, juga bukan karena kepentingan pribadi. Beliau pergi meninggalkan istana dan segala kesenangan duniawi karena dorongan untuk mencari sesuatu yang hakiki. Beliau berjuang dengan gigih dan pantang menyerah dalam upaya mencari jalan yang dapat membebaskan makhluk dari segala bentuk penderitaan.

Setelah lama berjuang dengan mempertaruhkan hidupnya sendiri, dengan terakhir melaksanakan Vipassana Bhavana atau Pengetahuan Pandangan Terang di bawah pohon Bodhi seorang diri, akhirnya Beliau berhasil mencapai Dhamma yang maha luhur itu pada tahun 588 Sebelum Masehi. Kemudian, beliau berkelana beratus-ratus ribu kilometer untuk membabarkan Dhamma kepada semua lapisan masyarakat tanpa memandang kasta. Beliau mengajarkan Dhamma kepada para dewa dan manusia. Beliau mengabdi demi kebahagiaan semua makhluk dengan tanpa mengenal lelah selama empat puluh ;lima tahun. Selama itu pula, Beliau tidur hanya satu jam sehari.

Sesungguhnya, Sang Buddha bukan sekadar Pengajar Dhamma, bukan sekadar pengajar agama, tetapi lebih daripada itu. Sang Buddha tidak hanya mengajarkan jalan menuju kesejahteraan dan kebahagian, tetapi Beliau juga selalu menunjukkan contoh teladan bagi semuanya. Sesungguhnya, Sang Buddha adalah Teladan Agung, Panutan Agung, panutan sejati yang tidak mengharapkan penghargaan dari siapa pun. Ada satu ungkapan yang sangant terkenal yang menggambarkan tentang Beliau, yaitu sebagai berikut :

� Yatha vadi tatha kari, yatha kari tatha vadi�.
Yang berarti : Beliau, Sang Buddha, mengajarkan
apa yang telah dilaksanakan dan melaksanakan apa yang diajarkan.

Hari suci Waisak merupakan hari yang keramat bagi umat Buddha. Hari yang keramat ini pun mengajak umat Buddha untuk menelaah kehidupan masing-masing, untuk senantiasa berpedoman kepada Buddha Dhamma. Sang Buddha memang telah lama mangkat ( tahun 543 Sebelum Masehi ). Namun, hingga kini ajaran Sang Buddha atau Buddha Dhamma tetap abadi. Buddha Dhamma yang dilaksanakan dengan baik akan mencegah manusia dari kemerosotan nilai-nilai moral dan keterjerumusan dalam jurang kebobrokan. Buddha Dhamma tetap merupakan pedoman hidup yang ampuh dalam perjuangan menghadapi dan mengatasi segala tantangan kehidupan.

Tiap-tiap manusia berjuang untuk mencapai puncak tujuan. Dalam perjuangan itulah, manusia menghadapi tantangan-tantangan, persoalan, dan kesulitan. Tantangan kehidupan ini seringkali menggoncangkan semangat manusia. Namun, peristiwa Suci Waisak akan menumbuhkan semangat baru pada umat Buddha dalam perjuangan menghadapi segala tantangan. Oleh sebab itu, janganlah berpaling dari Buddha Dhamma. Sebab, bila umat Buddha telah berpaling dari Buddha Dhamma, maka semua ketegangan, konflik batin, frustasi, malapetaka, dan kejahatan akan timbul.

Sesungguhnya, seribu satu macam penderitaan yang dialami oleh manusia itu merupakan akibat dari perbuatan tidak baik yang telah diperbuatnya. Oleh karena itu, hindarilah kejahatan, kendalikanlah diri terhadap pemuasan hawa nafsu. Pengendalian diri merupakan awal dari semua penghayatan Dhamma. Pengendalian diri merupakan awal dari semua perjuangan umat Buddha, termasuk perjuangan untuk meraih kebahagiaan. Kebahagiaan memang bukan merupakan sesuatu yang mudah diraih, tetapi bukan pula mimpi yang tidak nyata. Kebahagiaan pasti menjadi nyata, kalau umat Buddha mau berjuang ditengah-tengah kehidupan ini.

Pada saat-saat yang keramat ini, sudah seharusnya umat Buddha berterima kasih kepada Guru Besar Buddha Gotama. Sebab, dari Beliaulah, umat Buddha mengenal Dhamma yang menjadi bekal kehidupan ini. Sesungguhnya, apa yang diharapkan oleh Sang Buddha dari para pengikut-Nya bukanlah kepatuhan yang berlebihan, melainkan pelaksanaan Ajaran Beliau atau Buddha Dhamma itu dengan sungguh-sungguh. Sang Buddha pernah mengatakan, �Ia yang terbaik dalam melaksanakan Ajaran Tathaghata, ialah yang paling menghormati Tathaghata.�

Berbahagialah umat Buddha yang sampai saat ini masih dapat menemui Dhamma yang maha luhur itu. Dhamma yang dibabarkan oleh Sang Buddha itu dapat diringkas menjadi tiga kalimat sederhana, tetapi sungguh ampuh dan keramat, yaitu :

1. Janganlah berbuat jahat.
2. Tambahlah kebaikan.
3. Sucikanlah hati dan pikiran.

2. Hari Suci Asadha

Peristiwa suci Asadha merupakan peristiwa yang mempunyai arti yang amat penting, bahkan mempunyai nilai keramat bagi kemanusiaan. Sebab, dengan terjadinya peristiwa Asadha itulah, maka sampai saat ini umat Buddha masih dapat mengenal Buddha Dhamma yang merupakan rahasia hidup dan kehidupan ini; Buddha Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, dan indah pada akhirnya.

Hari suci Asadha memperingati tiga peristiwa penting, yaitu :

1. Khotbah pertama Sang Buddha kepada lima orang pertapa di Taman Rusa Isipatana.
2. Terbentuknya sangha Bhikkhu yang pertama.
3. Lengkapnya Tiratana/Triratna ( Buddha, Dhamma, dan Sangha ).

Tepat dua bulan setelah mencapai Penerangan Sempurna, Sang Buddha membabarkan Dhamma untuk pertama kalinya kepada lima orang pertapa di Taman Rusa Isipatana, pada tahun 588 Sebelum Masehi. Lima orang pertapa, bekas teman berjuang dalam bertapa menyiksa diri di hutan Uruvela merupakan orang-orang yang paling berbahagia, karena mereka mempunyai kesempatan mendengarkan Dhamma untuk pertama kalinya. Mereka yang kemudian disebut Panca Vaggiya Bhikkhu ini adalah Kondanna, Bhaddiya, Vappa, Mahanama, dan Assaji.

Selanjutnya, bersama dengan Panca Vagghiya Bhikkhu tersebut, Sang Buddha membentuk Sangha Bhikkhu yang pertama (tahun 588 Sebelum Masehi ). Dengan terbentuknya Sangha, maka Tiratana (Triratna) menjadi lengkap. Sebelumnya, baru ada Buddha dan Dhamma (yang ditemukan oleh Sang Buddha ).

Tiratana atau Triratna berarti Tiga Mustika, terdiri atas Buddha, Dhamma dan Sangha. Tiratana merupakan pelindung umat Buddha. Setiap umat Buddha berlindung kepada Tiratana dengan memanjatkan paritta Tisarana ( Trisarana ). Umat Buddha berlindung kepada Buddha berarti umat Buddha memilih Sang Buddha sebagai guru dan teladannya. Umat Buddha berlindung kepada Dhamma berarti umat Buddha yakin bahwa Dhamma mengandung kebenaran yang bila dilaksanakan akan mencapai akhir dari dukkha. Umat Buddha berlindung kepada Sangha berarti umat Buddha yakin bahwa Sangha merupakan pewaris dan pengamal Dhamma yang patut dihormati.

Khotbah pertama yang disampaikan oleh Sang Buddha pada hari suci Asadha ini dikenal dengan nama Dhamma Cakka Pavattana Sutta, yang berarti Khotbah Pemutaran Roda Dhamma. Dalam Khotbah tersebut, Sang Buddha mengajarkan mengenai Empat Kesunyataan Mulia ( Cattari Ariya Saccani ) yang menjadi landasan pokok Buddha Dhamma.

Cattari Ariya Saccani atau Empat Kesunyataan Mulia itu terdiri atas :

1. Dukkha Ariyasacca, yang berarti Kesunyataan Mulia tentang adanya dukkha.
2. Dukkha Samudaya Ariyasacca, yang berarti Kesunyataan Mulia tentang sebab dukkha.
3. Dukkha Nirodha Ariyasacca, yang berarti Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya dukkha.
4. Dukkha Nirodha Gamini Patipada Ariyasacca, yang berarti Kesunyataan Mulia tentang Jalan untuk melenyapkan dukkha.

Sang Buddha mengajarkan bahwa hidup dalam bentuk apapun adalah dukkha atau penderitaan. Umat Buddha tidak boleh menutup mata pada kebenaran tentang adanya penderitaan yang mencengkeram kehidupan ini. Umat Buddha harus menyadari dan mengakui kenyataan bahwa hidup ini adalah penderitaan. Umat Buddha harus menghadapi penderitaan yang datang padanya dengan tabah.

Selanjutnya, umat Buddha harus berusaha mencabut akar penderitaan itu, agar tidak bertumimbal lahir terus menerus. Sang Buddha mengajarkan bahwa akar atau sebab penderitaan itu adalah tanha atau nafsu-nafsu keinginan rendah yang tidak ada habis-habisnya. Tanha terdiri atas tiga jenis, yaitu :

1. Kama tanha, yang berarti keinginan akan kenikmatan-n-kenikmatan indria.
2. Bhava tanha, yang berarti keinginan akan kelangsungan atau perwujudan.
3. Vibhava tanha, yang berarti keinginan akan pemusnahan.

Hanya dengan terpotongnya sebab penderitaan atau tanha sampai keakar-akarnya, maka kebahagiaan tertinggi dapat dicapai. Hanya dengan dilenyapkanya tanha, maka dukkha juga dapat dilenyapkan. Lenyapnya dukkha berarti tercapainya Nibbana.

Sang Buddha mengajarkan bahwa ada satu jalan untuk membebaskan makhluk dari penderitaan, yaitu Ariya Atthangika Magga (Jalan Mulia Berunsur Delapan). Jalan yang Agung dan Keramat ini hanyalah satu, tetapi terdiri atas delapan unsur yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dari yang lainnya. Jalan Keramat ini dikenal juga sebagai � Jalan Tengah � ( Majjhima Patipada ), karena �Jalan� ini mengindari dan berada di luar cara hidup yang ekstrim, yaitu pemuasan nafsu yang berlebih-lebihan dan penyiksaan diri.

Ariya Atthangika Magga ini terdiri atas :

1. Samma Ditthi, yang berarti Pandangan Benar.
2. Samma Sankappa, yang berarti Pikiran Benar.
3. Samma Vaca, yang berarti Ucapan Benar.
4. Samma Kammanta, yang berarti Perbuatan Benar.
5. Samma Ajiva, yang berarti Penghidupan Benar.
6. Samma Vayama, yang berarti Daya Upaya Benar.
7. Samma Sati, yang berarti Perhatian Benar.
8. Samma Samadhi, yang berarti Konsentrasi Benar.

Ariya Atthangika Magga dapat dibagi atas tiga kelompok, yaitu : sila, samadhi, dan panna. Umat Buddha harus mengembangkan latihan sila, samadhi, dan panna dalam kehidupan sehari-hari. Memang tidak mudah untuk melakukan hal ini. Tetapi juga bukan sesuatu yang tidak mungkin.

Sila berarti prilaku yang baik atau tingkah laku yang luhur. Sila meliputi tiga bagian dari Ariya Atthangika Magga, yaitu : Samma Vaca, Samma Kammanta, dan Samma Ajiva.

Samadhi berarti konsentrasi, yaitu pemusatan pikiran pada satu objek yang baik. Samadhi meliputi tiga bagian dari Ariya Atthangika Magga, yaitu Samma Vayama, Samma Sati, dan Samma Samadhi.

Panna berati kebijaksanaan luhur, yaitu mengetahui antara yang benar dan tidak benar, yang berguna dan tidak berguna. Panna meliputi dua bagian dari Ariya Atthangika Magga, yaitu Samma Ditthi dan Samma Sankhappa.

Sang Buddha telah mewariskan Cattari Ariya Saccani untuk direalisasikan agar dapat melepaskan diri dari siklus kelahiran yang berulang-ulang yang penuh dengan penderitaan ini. Ya�.umat Buddha harus berjuang dengan gigih dalam kehidupan sehari-hari, untuk memperkecil sebab-sebab penderitaan, untuk mencapai kebahagiaan setahap demi setahap. Ingatlah, hanya dengan berjuang sungguh-sungguh dalam Dhamma dan Vinaya, barulah orang dapat diri masing-masing.

Dalam Ratana Sutta bait kesembilan terdapat sabda Sang Buddha sebagai berikut:

� Mereka yang telah menembus Empat Kesunyataan Mulia,
yang dibabarkan dengan jelas oleh Sang Maha Bijaksana,
meskipun belum sempurna,
namun mereka tidak akan mengalami kelahiran yang kedelapan.�

Ini berarti bahwa mereka mencapai tingkat kesucian Sotapanna, yang akan lahir paling banyak tujuh kali lagi.

3. Hari Suci Kathina

Hari Suci Kathina atau Khathina Puja merupakan hari bakti umat Buddha kepada Sangha. Sangha merupakan persaudaraan para bhikkhu / bhikkhuni. Sangha merupakan lapangan untuk menanam jasa yang tiada taranya di alam semesta ini. Sangha merupakan pewaris dan pengamal Buddha Dhamma yang patut dihormati. Dengan adanya Sangha, yang anggotanya menjalankan peraturan-peraturan kebhikkhuan (vinaya) dengan baik. Buddha Dhamma akan berkembang terus di dunia ini. Sangha merupakan pemeliharaan kitab Suci Tipitaka / Tripitaka.

Umat Buddha berterima kasih kepada Sangha dengan menyelenggarakan perayaan Kathina Puja. Umat Buddha berterima kasih kepada para bhikkhu / bhikkhuni yang telah menjalankan masa vassa di daerah mereka, dengan mempersembahkan Kain Kathina (Kathinadussam) yang berwana putih sebagai bahan pembuatan jubah Kathina. Dalam Kitab Mahavagga berbahasa Pali, bagian dari Vinaya Pitaka, Sang Buddha mengatakan kepada para bhikkhu, ketika Beliau berada di Jetavana Arama milik Anathapindhika, dikota Savantthi, sebagai berikut :

� Aku memperolehkan Anda sekalian, oh para bhikkhu,
untuk menerima Kain Kathina
sebagai bahan pembuatan jubah Kathina
jika telah menyelesaikan masa vassa.�

Kain Kathina ini biasanya dipersembahkan oleh umat Buddha kepada lima orang Bhikkhu atau lebih yang bervassa bersama-sama di satu vihara. Jika jumlah bhikkhu yang ber-vasa di vihara itu kurang dari lima orang, maka upacara pemberian Kain Kathina tidak bisa diadakan. Dengan demikian, yang dapat dipersembahkah oleh umat Buddha pada hari suci Kathina itu adalah Dana Kathina (bukan Kain Kathina).

Dana Kathina dapat berupa jubah atau civara (bukan kain putih) dan barang-barang keperluan bhikkhu / bhikkhuni sehari-hari, seperti handuk, sabun, odol, sikat gigi, piasu cukur, obat-obatan, makanan serta perlengkapan vihara. Umat Buddha juga dapat memberikan dana berupa uang yang akan dipergunakan untuk biaya perjalanan bhikkhu / bhikkhuni dan lain-lain dalam mengembangkan Buddha Dhamma. Berdana kepada Sangha ibarat menanam benih di ladang yang subur.

Kathina Puja diselenggarakan selama satu bulan, mulai dari sehari sesudah para bhikkhu / bhikkhuni selesai menjalankan masa vassa. Masa vassa adalah masa musim hujan di daerah kelahiran Sang Buddha. Lamanya masa vassa adalah tiga bulan, yaitu sehari sesudah bulan purnama penuh dibulan Asadha (Juli) sampai dengan sehari sebelum hari Kathina (Oktober). Selama masa vassa, para bhikkhu / bhikkhuni harus berdiam di suatu tempat (vihara) yang telah ditentukan.

Dalam buku �Ordination Procedure� Somdet Phra Vajirananavarorasa mengatakan bahwa beberapa hari sebelum memasuki masa vassa, para bhikkhu dianjurkan untuk membersihkan tempat tinggalnya (vihara). Para bhikkhu yang akan tinggal menetap di satu vihara selama masa vassa harus berkumpul diruang Uposathagara untuk membuat suatu pernyataan bahwa mereka berada dalam batas pekarangan vihara setiap malam selama masa vasa. Adapun kalimat yang harus diucapkan adalah �Imasmim avase imam Temasam vassam upema,� yang berati kita akan tinggal dalam perbatasan vihara ini selama tiga bulan masa musim hujan.

Selama masa vassa, para bhikkhu / bhikkhuni tidak diperkenankan untuk berjalan-jalan keluar jauh dari vihara, kecuali dengan alasan sangat penting dan mendesak. Seorang Bhikkhu hanya diperkenankan meninggalkan vihara, tempat ia ber-vassa dengan ketentuan bahwa dalam jangka waktu tujuh malam harus sudah kembali lagi. Masa vassa seorang bhikkhu dinyatakan sah apabila tidak melanggar batas waktu yang telah ditetapkan itu.

Selama masa vassa, para bhikkhu / bhikkhuni mempunyai tugas untuk membina diri dengan baik. Melalui meditasi dan mempelajari Buddha Dhamma untuk diketahui dan dikhotbahkan kepada orang banyak di dalam kehidupan masyarakat Buddhis. Denagn adanya masa vassa, para bhikkhu / bhikkhuni mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk mengisi dirinya dengan Buddha Dhamma dan untuk meningkatkan batinnya ke arah kesucian. Banyaknya masa vassa yang dijalankan oleh para bhikkhu / bhikkhuni ini menentukan senioritas mereka. Para bhikkhu / bhikkhuni yang telah menjalankan masa vassa sebanyak sepuluh kali sampai dengan sembilan belas kali akan mendapat gelar �Thera�. Para bhikkhu / bhikkhuni yang telah menjalankan masa vassa sebanyak dua puluh kali atau lebih akan mendapat gelar � Mahathera�.

Para bhikkhu / bhikkhuni berusaha meninggalkan kesenangan-kesenangan duniawi untuk menjalankan kehidupan suci. Mereka berusaha mengikis kilesa atau kekotoran batin sampai keakar-akarnya, agar mereka dapat mencapai kebebasan sekarang juga. Mereka berusaha mentaati vinaya atau peraturan kebhikkhuan dengan sebaik-baiknya, agar mereka dapat mencapai akhir dari dukkha atau Nibbana secepatnya.

Para bhikkhu / bhikkhuni hidup amat sederhana. Mereka hanya mempunyai empat kebutuhan pokok, yaitu :

1. Civara atau jubah ; cukup dengan satu model dan satu warna sederhana.
2. Pindapata atau makanan; cukup dua kali atau sekali sehari.
3. Senasana atau tempat tinggal; cukup satu ruangan sederhana, baik diikuti, di gubuk, di gedung, di gua-gua, atau di tempat-tempat lain.
4. Gilanapaccayabhesajja atau obat-obatan.

Perjuangan seorang bhikkhu adalah perjuangan untuk menaklukkan dirinya sendiri. Dengan perjuangan batin itulah, seorang bhikkhu sekaligus menjadi contoh moral bagi kehidupan umat awam. Karenanya, seorang bhiikhu bukan semata-mata pengabdi sosial. Menjadi pengabdi sosial dapat dilaksanakan dengan tidak harus menjadi bhikkhu. Seorang bhikkhu adalah pejuang batin dan contoh moral bagi masyarakat.

4. Hari Suci Magha Puja

Hari suci Magha Puja memperingati empat peristiwa penting, yaitu :

1. Seribu dua ratus lima puluh orang bhikkhu datang berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
2. Mereka semuanya telah mencapai tingkat kesucian arahat.
3. Mereka semuanya memiliki enam abhinna.
4. Mereka semua ditasbihkan oleh Sang Buddha dengan ucapan �Ehi Bhikkhu�.

Peristiwa penting ini dinamakan Caturangga-sannipata, yang berarti pertemuan besar para arahat yang diberkahi dengan empat faktor, yaitu seperti tersebut di atas. Peristiwa penting ini terjadi hanya satu kali dalam kehidupan Sang Buddha Gotama, yaitu pada saat purnama penuh di bulan Magha (Februari), tahun 587 Sebelum Masehi ( sembilan bulan setelah Sang Buddha mencapai Bodhi). Pada waktu itu, seribu dua ratus lima puluh orang bhikkhu datang secara serempak pada waktu yang bersamaan, tanpa adanya undangan dan perjanjian sebelumnya ke tempat kediaman Sang Buddha di vihara Veluvana (Veluvanarama, yang berarti hutan pohon bambu) di kota Rajagaha. Mereka datang dengan tujuan untuk memberi hormat kepada Sang Buddha sekembalinya mereka dari tugas menyebarkan Dhamma dan melaporkan hasil penyebaran Dhamma yang telah mereka lakukan tersebut.

Para bhikkhu yang berkumpul pada peristiwa Magha Puja itu telah mencapai tingkat kesucian yang tertinggi, yaitu arahat. Mereka telah berhasil membasmi semua kilesa atau kekotoran batinnya sampai keakar-akarnya, sehingga mereka dikatakan telah khinasava atau bersih dari kekotoran batin. Mereka tidak mungkin lagi berbuat salah. Mereka telah sempurna.

Mereka memiliki abhinna atau kemampuan batin yang lengkap yang berjumlah enam jenis, yaitu :

1. Pubbenivasanussatinana, yang berarti kemampuan untuk mengingat tumimbal lahir yang dahulu..
2. Dibbacakkhunana, yang berarti kemampuan untuk melihat alam-alam halus dan kesanggupan melihat muncul lenyapnya makhluk-makhluk yang bertumimbal lahir sesuai dengan karmanya masing-masing (mata dewa).
3. Asavakkhayanana, yang berarti kemampuan untuk memusnahkan asava atau kekotoran batin.
4. Cetoporiyanana, yang berarti kemampuan untuk membaca pikiran makhluk-makhluk lain.
5. Dibbasotanana, yang berarti kemampuan untuk mendengar suara-suara dari alam apaya, alam manusia, alam dewa, dan alam brahma yang dekat maupun yang jauh.
6. Iddhividhanana, yang berarti kekuatan magis, yang terdiri dari :
a) Adhittana-iddhi, yang berarti kemampuan mengubah tubuh sendiri dari satu menjadi banyak dan dari banyak menjadi satu.
b) Vikubbana-iddhi, yang berarti kemampuan untuk �menyalin rupa �, umpamanya menyalin rupa menjadi anak kecil, raksasa membuat diri menjadi tidak tertampak.
c) Manomaya-iddhi, yang berarti kemampuan mencipta dengan menggunakan pikiran, umpamanya menciptakan harimau, pohon, dewi.
d) Nanavipphara-iddhi, yang berarti pengetahuan menembus ajaran.
e) Samadhivipphara-iddhi, yang berati kemampuan konsentrasi, seperti :
� Kemampuan menembus dinding, tanah, dan gunung.

� Kemampuan menyelam ke dalam bumi bagaikan menyelam kedalam air.

� Kemampuan berjalan diatas air.

� Kemampuan melawan air.

� Kemampuan terbang di angkasa.

Para bhikkhu yang berkumpul pada peristiwa Magha Puja itu semuanya ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan cara �Ehi Bhikkhu Upasampada�. Pada saat pentahbiskan itu, Sang Buddha mengucapkan kata-kata sebagai berikut :

� Mari (Ehi) Bhikkhu, Dhamma telah dibabarkan dengan jelas.
Laksanakan penghidupan suci dan singkirkan penderitaan.�

Pada kesempatan agung itu, Sang Buddha menerangkan prinsip-prinsip ajaran yang disebut Ovada Patimokkha. Isi dari Ovada Patimokkha itu sama dengan syair yang tercantum dalam kitab suci Dhammapada bab XIV ayat 183, 184, dan 185 yaitu sebagai berikut :

Janganlah berbuat kejahatan,
Perbanyaklah perbuatan baik,
Sucikan hati dan pikiran,
Inilah ajaran para Buddha.

Kesabaran adalah praktik bertapa yang paling tinggi.
� Nibbana adalah yang tertinggi,� begitulah sabda para Buddha.
Dia yang masih menyakiti orang lain,
Sesungguhnya bukanlah seorang pertapa (samana).

Tidak menghina, tidak menyakiti,
Mengendalikan diri sesuai dengan peraturan,
Makanlah secukupnya,
Hidup di tempat yang sunyi,
Dan giat mengembangkan batin nan luhur,
Inilah ajaran para Buddha.

Pada peristiwa Suci Magha Puja itu, Sang Buddha juga memberitahukan pengangkatan Arahat Sariputta dan Arahat Moggallana sebagai siswa Utama Beliau (Aggasavaka) dalam Sangha Bhikkhu.

Jumat, 23 Juli 2010

oh..bumiku...


oh.. bumiku,mengapa di saat masa kini, 'kutukkan,musibah,wabah,malapetaka,bala,Azab,atau apa saja yang terjadi keburukkan di tanah air se-INDONESIA.
gumanku,. apakah,ALLAH swt telah murka pada semua umat jiwa manusia saat ini.
karenanya,adanya tingkah laku prilaku jiwa manusia di masa kini,
kini di se-INDONESIA marakn...ya serakah sangat kikir,juga banyaknya orang-arang 'munafik,provokator,tukang fitnah', dll. yang berada di se-Indonesia ini.

..oh bumiku,engkau maha kehidupanku,
daku memohon pada bumi yang di ciptakan oleh Allah swt Tuhan kami.
..inginku, engkau menelan penduduk se-INDONESIA dan para munafik,provokator.
sebelum hari kemerdekaan jatuh pada tanggal:17-08-2010. di bulan RAMADAN 1431.
ku ingin bangsa INDONESIA seluruh nusantara tak ada lagi jiwa manusia semuanya jadi 'Bangkai'.
juga KEAGAMAAN kini tak lagi di jadikan topeng untuk menutupi semua keburukkan prilaku kepribadian diri sendiri,atau juga 'keAgamaan' hanya di jadikan simbol/politik untuk dijadikan sarana serakah kehidupan se-nusantara.sudah cukup TAMAT.

ah.... leganya...enaknya..nyamannya,indahnya,lembutnya,ohhhhh....
habis kikis pasti ini yang terakhir kali bisa menulis.

"saya bukannya seorang
jurnalis atau panyair,saya cuma ingin menulis dan bersyair, menulis bersyair segala hal yang terjadi
dalam kehidupan ini dari masa ke masa..
aku hanyalah orang terbodoh berada di keramaian Indonesia"

Kamis, 22 Juli 2010

Sejarah Komputer



Hari ini kebanyakan orang memiliki komputer dirumah mereka. Komputer merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidapan sehari-hari kita dan membantu kita dalam menyelesaikan berbagai macam pekerjaan. Apakah kita benar-benar menghargai dan tau bagaimana komputer pertama kali diciptakan dan darimana asalnya?

Bermula dari Mesin Ketik...

Mesin ketik ada sebelum komputer dan peralatan listrik. Banyak yang memberikan kontribusi terhadap terciptanya mesin ketik, jadi penghargaan tidak diberikan kepada satu orang. Sejarah mesin ketik dimulai pada tahun 1714 oleh Henry Mill, seorang penemu asal Inggris yang mendapatkan paten untuk sesuatu yang mirip mesin ketik.

Dari 1829 ke 1870 banyak penemu mencoba mematenkan mesin ketik di Eropa dan Amerika. Namun tidak ada pemilik paten / penemu ini yang membawanya kepada produksi untuk keperluan komersil. Para penemu ini meliputi Henry Mill (penemu asal Inggris) dan William Austin Burt (penemu asal Amerika).

Pada tahun 1870 seorang penemu asal Denmark Rasmus malling-Hansen menjadi orang pertama yang secara komersil menjual mesin ketik di tahun 1870 dan merupakan tahun yang sama Thomas Edison menciptakan mesin ketik dengan listrik.

Para penemu menghabiskan bertahun-tahun untuk menyempurnakannya, hanya untuk melihat teknologi lebih baru membuatnya tampak usang.

Komputer Pertama Dibuat..

Charles Babbage, yang juga dikenal sebagai "bapak komputer", memulai ide sebuah komputer yang dapat diprogram. Mesin Babbage merupakan yang pertama dari komputer mekanikal, walaupun belum selesai, sebagian besar disebabkan oleh masalah keuangan dan pribadi. Ia mengarahkan pembuatan mesin bertenaga uap yang berhasil menuai sukses. Walaupun mesin Babbage sangat mekanis dan berat, arsitektur dasarnya sama dengan komputer modern. Data dan memori program memiliki tempat terpisah, operasi didasarkan atas perintah, dan mesin memiliki unit input/output yang terpisah.

Image Hosted by ImageShack.usAtanasoff Berry Computer (AKA ABC) merupakan komputer elektronik pertama yang memiliki bobot lebih dari 700 pound. Pengerjaan komputer ini dimulai tahun 1937 oleh John Vincent Atansaoff dan Clifford Berry. Mesin baru ini dapat mengerjakan 29 penghitungan secara bersamaan. Namun input/output masih tidak dapat dipercaya dan penemunya harus meninggalkan universitas Iowa untuk Perang Dunia II pada 1942, meninggalkan proyek tersebut tanpa kemajuan. Karena penemu meninggalkannya akibat perang, tidak banyak orang yang tau kalau mesin ini telah ditemukan sampai 1960, yang kemudan menimbulkan kontroversi tentang penemuan komputer yang pertama.

"Model ABC yang didemonstrasikan tahun 1939 belum merupakan komputer, sama seperi model Wrights bersaudara yang belum bisa dikatakan pesawat terbang kala itu", kata Allan R Mackintosh, Professor dari Universitas Kopenhagen.

ENIAC diciptakan oleh John Mauchly dan John Presper Eckert pada tahun 1943. Ukuran fisik dari mesin ini sangat besar jika dibandingkan dengan komputer yang kita miliki hari ini. Menurut Wikipedia, ENIAC memiliki 17.468 pipa hampa udara, 7.200 dioda kristal, 1.500 relay, 70.000 resistor, 10.000 kapasitor, dan sekitar 5 juta hubungan solder. Beratnya mencapai 30 ton, dengan ukuran 2.6 m x 0.9 m x 26 m dengan volume 63m kubik dan mengkonsumsi 150kW tenaga. Pengadilan distrik di A.S menolak paten yang diajukan ENIAC dan mengatakan ABC merupakan komputer pertama.

Hari ini, Komputer Cukup Kecil Untuk Rumah Anda..

Debut Apple Macintosh pada 1984 menawarkan fitur sederhana, graphical intervace, penggunaan 8-MHz, 32-bit Motorola 68000 CPU dan built-in 9-inch B/W screen.

Komputer Portabel..

Ilmuan terdahulu mengatakan "komputer tidak mungkin sekecil itu untuk bisa dibawa-bawa"

Epson HX-20 merupakan komputer portable pertama dibuat tahun 1981. Ia berukuran seperi mesin jahit dan tidak dioperasikan dengan batterai.

Teknologi Hari ini...

Komputer pernah dianggap sebagai teknologi yang tidak penting. Ken Olsen, Chairman dari Digital Equipment Corporation tahun 1977 mengatakan "Tidak ada alasan bagi orang untuk memiliki computer dirumah mereka."

Komputer awalnya dibuat untuk mengkalkulasi sesuatu, sekarang ini telah berubah menjadi laptop portable abad 21, PDA seukuran genggaman tangan, desktop, film animasi, system GPS, world wide web, dan masih banyak lagi.

Jumat, 16 Juli 2010

Perubahan


Perubahan

Setiap orang menolak perubahan, bahkan seorang pemimpin sekalipun – kecuali jika itu adalah ide mereka.

Mengapa orang-orang menolak perubahan??

1. Orang menolak perubahan karena kerugian pribadi
Setiap kali perubahan tampak muncul, pertanyaan pertama yang muncul dalam pikiran orang adalah bagaimana perubahan itu akan mempengaruhi mereka. Misalnya seseorang mengatakan, “Saya baru mendengar bahwa atasan memecat beberapa orang hari ini.” Kita tidak mungkin berpikir, aku ingin tahu kondisi-kondisi pasar seperti apa yang menyebabkan keputusan seperti itu? atau, aku ingin tahu bagaimana hal ini akan mempengaruhi keuntungan atau kerugian perusahaan ini? Kita pasti berpikir, Apakah saya termasuk orang yang dipecat? Apa yang harus saya lakukan seandainya saya dipecat? Pada saat-saat menghadapi perubahan, kita tiba-tiba bisa merasa sendiri dan rapuh. Orang-orang optimistik berkata, “Tidak apa-apa. Perubahan ini adalah untuk sesuatu yang lebih baik.” Tetapi sebenarnya ada kerugian bahkan dalam perubahan-perubahan positif. Ralp Waldo Emerson berkata, “Untuk segala sesuatu yang Anda peroleh, Anda kehilangan sesuatu.”

2. Orang menolak perubahan karena rasa takut pada sesuatu yang tidak dikenal.
Orang sering menghindari perubahan karena mereka khawatir tentang sesuatu yang tidak dikenal. Apa yang tidak kita ketahui, itulah yang membuat kita takut. Orang sering bergantung pada apa yang mereka ketahui, bahkan jika mereka tidak puas dengannya. Ketakutan menahan mereka, tetapi satu-satunya cara untuk mengatasi ketakutan itu adalah keluar dan melakukan hal yang mereka takut lakukan. Segala sesuatu yang Anda kasihi sekarang, sebelumnya tidak Anda kenal. Jadi, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru.

3. Orang menolak perubahan karena merasa canggung
Kapan terakhir kali Anda melakukan sesuatu untuk pertama kali? Itu harus sesuatu yang benar-benar baru. Melihat film baru tidak termasuk – karena Anda telah melihat film sebelumnya. Jika Anda tidak dapat mengingatnya, mungkin Anda sedang dalam zona nyaman Anda. Cobalah menuliskan nama Anda dengan tangan yang tidak biasa digunakan untuk menulis. Tidakkah Anda merasa aneh? Anda akan merasa kesulitan menulis dan tulisan Anda menjadi jelek. Itulah yang terjadi dengan perubahan – itu akan membuat Anda merasa aneh. Itu tidak salah; hanya berbeda, dan itu akan a membuat kita keluar dari zona kenyamanan kita.

4. Orang menolak perubahan karena tradisi dan perspektif (cara pandang)
Banyak orang mengandalkan tradisi. Setelah Colombus membuktikan bahwa bumi itu bulat, ia dianggap pahlawan karena menemukan tanah-tanah baru dalam perjalanannya. Namun, pandangan orang tidak lantas berubah dan mempercayai bahwa bumi itu bulat. Banyak orang terus percaya bahwa bumi itu datar. Kemudian ketia mereka mati, generasi selanjutnya mulai mempercayai bahwa bumi memang bulat. Begitulah orang berubah pikiran.

Apa yang harus kita ketahui tentang perubahan??

1. Perubahan akan terjadi entah Anda menyukainya atau tidak
Perubahan tidak dapat dihindari. Hal yang pasti tentang hari esok adalah bahwa hari esok akan berbeda dari hari ini.

2. Tanpa perubahan, tidak akan ada perbaikan
Tidak semua perubahan merupakan peningkatan, tetapi tanpa perubahan tidak akan ada peningkatan. Max DePree mengatakan, “Kita tidak dapat menjadi apa yang kita inginkan dengan tetap menjadi diri kita apa adanya.” Jika Anda merindukan pertumbuhan, Anda harus menerima perubahan. Jenderal Douglas MacArthur menyatakan, ”Kehidupan adalah proses perubahan yang hidup. Jika Anda belum menambahkan pada minat-minat Anda dalam waktu satu tahun ini, jika Anda masih memikirkan pemikiran-pemikiran lama yang sama, memiliki relasi-relasi yang sama, dapat diramalkan kebekuan mayat kepribadian telah terjadi.” Jika Anda tidak mengubah arah Anda pergi, maka Anda kemungkinan besar akan samapai ke tempat yang Anda tuju. Jika Anda menginginkan sesuatu yang tidak pernah Anda miliki.. Anda harus melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan. Itu artinya berubah.

Apa yang harus kita lakukan??

1. Buatlah komitmen untuk membayar harga perubahan
Sidney Howard mengatakan, “Setengah dari mengetahui apa yang Anda inginkan adalah mengetahui apa yang Anda harus lepaskan sebelum Anda mendapatkannya.” Perubahan selalu memiliki harga yang harus Anda bayar, jika tidak dengan uang, mungkin dengan waktu, energi, dan kreativitas. Kenyataannya, jika perubahan tidak menuntut harga apa pun dari Anda, itu bukan perubahan sejati.

Sementara Anda berpikir bagaimana membuat perubahan yang diperlukan untuk memperbaiki diri dan bertumbuh, penting bagi Anda untuk mengukur harga perubahan dibandingkan dengan harga status quo. Berapakah harga yang akan Anda bayar karena perubahan-perubahan yang Anda inginkan? (lihat lembar kerja pada bagian akhir artikel ini). Anda harus menghancurkan yang lama untuk menciptakan sesuatu yang baru.

2. Perubahan harus terjadi dalam diri Anda sebelum itu dapat terjadi di sekitar Anda
Seringkali, jika kita tidak menyukai sesuatu, kita menginginkan perubahan – bagi setiap orang selain kita. Kita menolak perubahan. Perubahan yang terjadi di dunia selalu dimulai terlebih dahulu dengan perubahan dalam diri individu. George Bernard Shaw berkata, “Kemajuan tidak mungkin terjadi tanpa perubahan; dan mereka yang tidak dapat mengubah pikiran mereka, tidak dapat mengubah apapun.”

Berita baiknya adalah bahwa sekali Anda mendedikasikan diri Anda sendiri pada pertumbuhan dan mengembangkan gaya hidup perbaikan terencana dari dalam keluar, itu akan menjadi normal bagi Anda.

3. Putuskanlah apa yang tidak ingin Anda ubah
Seberapa besar pun keinginan kita untuk berubah, ada beberapa hal yang tidak ingin kita ubah – tidak peduli apapun yang terjadi – seperti iman dan nilai hidup kita. oleh karena itu, mari kita pikirkan hal-hal apa saja yang tidak dapat dinegosiasikan dalam hidup kita. Apakah yang Anda rela perjuangkan dengan resiko hidup dan mati Anda? Tuliskanlah hal-hal yang akan Anda pegang tidak peduli apapun yang terjadi.

Ir. Soekarno (Bung Karno)



Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.
Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.

Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin).

Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.

Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (noekolonialisme).

Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul ‘Indonesia Menggugat’, dengan gagah berani ia menelanjangi kebobrokan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas (1931), Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik sangat hebat. Ia pun tak mau membubarkan PKI yang dituduh oleh mahasiswa dan TNI sebagai dalang kekejaman pembunuh para jenderal itu. Suasana politik makin kacau. Sehingga pada 11 Maret 1966 ia mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Supersemar. Tapi, inilah awal kejatuh-annya. Sebab Soeharto menggunakan Supersemar itu membubarkan PKI dan merebut simpati para politisi dan mahasiswa serta ‘merebut’ kekuasaan. MPR mengukuhkan Supersemar itu dan menolak pertanggungjawaban Soekarno serta mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden.

Kemudian Bung Karno ‘dipenjarakan’ di Wisma Yaso, Jakarta. Kesehatannya terus memburuk. Akhirnya, pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi ini meninggalkan 8 orang anak. Dari Fatmawati mendapatkan lima anak yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Dari Hartini mendapat dua anak yaitu Taufan dan Bayu. Sedangkan dari Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mendapatkan seorang putri yaitu Kartika.

Orator Ulung
Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialis-me dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat.

“Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” kata Bung Karno, dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Suatu ungkapan yang cukup jujur dari seorang orator besar.

Gejala berbahasa Bung Karno merupakan fenomena langka yang mengundang kagum banyak orang. Kemahirannya menggunakan bahasa dengan segala macam gayanya berhubungan dengan kepribadiannya. Hal ini tercermin dalam autobiografi, karangan-karangan dan buku-buku sejarah yang memuat sepak terjangnya.

Ia adalah seorang cen-dekiawan yang meninggal-kan ratusan karya tulis dan beberapa naskah dra-ma yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbit-kan dengan judul “Diba-wah Bendera Revolusi”, dua jilid. Jilid pertama boleh dikatakan paling menarik dan paling penting karena mewakili diri Soekarno sebagai Soekarno.

Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut tulisan pertama yang bermula dari tahun 1926, dengan judul “Nasionalis-me, Islamisme, dan Marxisme” adalah paling menarik dan mungkin paling penting sebagai titik-tolak dalam upaya memahami Soekarno dalam gelora masa mudanya, seorang pemuda berumur 26 tahun.

Di tengah kebesarannya, sang orator ulung dan penulis piawai, ini selalu membutuhkan dukungan orang lain. Ia tak tahan kesepian dan tak suka tempat tertutup.

Di akhir masa kekuasaannya, ia sering merasa kesepian. Dalam autobio-grafinya yang disusun oleh Cindy Adams, Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat itu, bercerita. “Aku tak tidur selama enam tahun. Aku tak dapat tidur barang sekejap. Kadang-kadang, di larut malam, aku menelepon seseorang yang dekat denganku seperti misalnya Subandrio, Wakil Perdana Menteri Satu dan kataku, ‘Bandrio datanglah ke tempat saya, temani saya, ceritakan padaku sesuatu yang ganjil, ceritakanlah suatu lelucon, berceritalah tentang apa saja asal jangan mengenai politik. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah…. Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah.”

Dalam bagian lain disebutkan, “Ditinjau secara keseluruhan maka jabatan presiden tak ubahnya seperti suatu pengasingan yang terpencil… Seringkali pikiran oranglah yang berubah-ubah, bukan pikiranmu… Mereka turut menciptakan pulau kesepian ini di sekelilingmu.”

Anti Imperialisme
Pada 17 Mei 1956. Bung Karno mendapat kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan New York Times (halaman pertama) pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih ia menyerang kolonialisme.

“Perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lakukan demi pembebasan rakyat kami dari belenggu kolonialisme, telah berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Tetapi, perjuangan itu masih belum selesai. Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?” pekik Soekarno ketika itu.

Hebatnya, meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat (AS).

Pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno yang sejak masa mudanya antikolonialisme. Terutama pada periode 1926-1933, semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas dikedepankannya.

Sangat jelas dan tegas ingatan kolektif dari pahitnya kolonialisme yang dilakukan negara asing yang kaya itu. Namun, kata dan fakta adalah dua hal yang berbeda, dan tak jarang saling bertolak belakang.

Soekarno dan para penggagas nasionalisme lainnya dipaksa bergulat di antara “kata” dan “fakta” politik yang dicoba dirajut namun ternyata tidak mudah, dan tak jarang menemui jalan buntu.

Soekarno yang rajin berkata-kata, antara lain mengenai gagasan besarnya menyatukan kaum nasionalis, agama dan komunis (1926) menemukan kenyataan yang sama sekali bertolak belakang, ketika ia mencobanya menjadi fakta. Begitu pula gagasan besarnya yang lain: marhaenisme, atau nasionalisme marhaenistis, yang matang dikonsepsikan pada tahun 1932. Bahkan, gagasannya mengenai Pancasila.

Tokoh Kontroversial
Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya. Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok politisi kaum abangan yang “kurang islami”. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”.

Akan tetapi, di mata Syeikh Mahmud Syaltut dari Cairo, penggali Pancasila itu adalah Qaida adzima min quwada harkat al-harir fii al-balad al-Islam (Pemimpin besar dari gerakan kemerdekaan di negeri-negeri Islam). Malahan, Demokrasi Terpimpin, yang di dalam negeri diperdebatkan, justru dipuji oleh syeikh al-Azhar itu sebagai, “lam yakun ila shuratu min shara asy syuraa’ allatiy ja’alha al-Qur’an sya’ana min syu’un al-mu’minin” (tidak lain hanyalah salah satu gambaran dari permusyawaratan yang dijadikan oleh Al Quran sebagai dasar bagi kaum beriman).

Tatkala memuncak ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab soal status Palestina ketika itu, pers sensasional Arab menyambut Bung Karno, “Juara untuk kepentingan-kepentingan Arab telah tiba”. Begitu pula, Tahta Suci Vatikan memberikan tiga gelar penghargaan kepada presiden dari Republik yang mayoritas Muslim itu.

Memang, pembelaan Bung Karno terhadap kaum tertindas tidak hanya untuk negerinya namun juga negeri lain. Itulah sebabnya, mengapa ia dipuja habis oleh bangsa Arab yang tengah menghadapi serangan Israel kala itu. Bung Karno dianggap sebagai pemimpin kaum Muslim. Padahal, di dalam negeri sendiri ia kerap dipandang lebih sebagai kaum abangan daripada kaum santri.

Sebenarnya, seberapa religiuskah Bung Karno? Bukankah ia juga dalam konsepsi Pancasila merumuskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa? Sila yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan mengakui lima agama. Bagaimana mungkin merangkum visi lima agama itu dalam satu kalimat yang mendasar itu kalau si pembuat kalimat tidak memahami konteks kehidupan beragama di Indonesia secara benar?

Dalam hal ini elok dikutip pendapat Clifford Geertz Islam Observed (1982): “Gaya religius Soekarno adalah gaya Soekarno sendiri.” Betapa tidak? Kepada Louise Fischer, Bung Karno pernah mengaku bahwa ia sekaligus Muslim, Kristen, dan Hindu. Di mata pengamat seperti Geertz, pengakuan semacam itu dianggap sebagai “bergaya ekspansif seolah-olah hendak merangkul seluruh dunia”. Sebaliknya, ungkapan semacam itu-pada hemat BJ Boland dalam The Struggle of Islam in Modern Indonesia (1982)- “hanya merupakan perwujudan dari perasaan keagamaan sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya Jawa”. Bagi penghayatan spiritual Timur, ucapan itu justru “merupakan keberanian untuk menyuarakan berbagai pemikiran yang mungkin bisa dituduh para agamawan formalis sebagai bidah”.

Sistem Politik
Soekarno memiliki pandangan mengenai sistem politik yang didukungnya adalah yang paling “cocok” dengan “kepribadian” dan “budaya” khas bangsa Indonesia yang konon mementingkan kerja sama, gotong-royong, dan keselarasan. Dalam retorika, ia mengecam “individualisme” yang katanya lahir dari liberalisme Barat. Individualisme itu melahirkan egoisme, dan ini terutama dicerminkan oleh pertarungan antarpartai.

Lalu ia mencetuskan Demokrasi Terpimpin. Dalam berpolitik Soekarno mementingkan politik mobilisasi massa, ia bersimpati pada gerakan-gerakan anti-imperialisme, dan mungkin sebagai salah satu konsekuensinya, penerimaannya pada Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor politik yang sah, pendukung konsepsi demokrasi terpimpin. Jadi ia mencanangkan sistem politik yang berwatak anti-liberal dan curiga pada pluralisme politik. Ia mementingkan “persatuan” demi “revolusi”.

Pada tahun 1950-an, Indonesia memang ditandai oleh ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh sistem demokrasi parlementer. Sistem ini bersifat sangat liberal, dan didominasi oleh partai-partai politik yang menguasai parlemen. Pemilu 1955-yang dimenangkan empat kekuatan besar, Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU) serta PKI- hingga kini masih dianggap sebagai pemilu paling bebas dan bersih yang pernah dilaksanakan sepanjang sejarah Indonesia. Namun, di sisi lain dari sistem parlemen yang dikuasai partai itu adalah sering jatuh bangunnya kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa integritas nasional terus-menerus diancam oleh berbagai gerakan separatis, yakni DI/TI, PRRI/Permesta, dan sebagainya.

Kenyataan ini membuat Soekarno makin curiga pada partai politik karena dia menganggap Masyumi, dan juga PSI, terlibat dalam beberapa pemberontakan daerah.
Kemudian, Soekarno mendekritkan kembalinya Indonesia pada UUD 1945 karena kegagalan Konstituante untuk memutuskan UUD baru untuk Indonesia, akibat perdebatan berlarut-larut, terutama antara kekuatan nasionalis sekuler dan kekuatan Islam mengenai dasar negara.